Sunan an-Nasai Hadits 4255 - Penetapan Hukum Kuda Khaibar
Penetapan Hukum Daging Kuda dan Keledai Saat Perang Khaibar
Sunan an-Nasai : 4255
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4255
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ الْحُسَيْنِ وَهُوَ ابْنُ وَاقِدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ وَعَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ جَابِرٍ و عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَطْعَمَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ لُحُومَ الْخَيْلِ وَنَهَانَا عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi makan kami pada saat Perang Khaibar daging kuda dan melarang kami dari daging keledai.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Peristiwa Perang Khaibar menjadi momen penting dalam penegasan keharaman daging keledai peliharaan.
- Daging kuda merupakan makanan yang terbukti halal dan pernah secara langsung dihidangkan untuk para sahabat oleh Nabi.
- Ketentuan makanan halal dalam Islam selalu mengandung hikmah dan kebaikan tersembunyi bagi umat.
