Sunan an-Nasai Hadits 469 - Bahaya Kelalaian Waktu Shalat
Bahaya Tersibukkan dari Pelaksanaan Shalat Wustha
Sunan an-Nasai : 469
Sunan an-NasaiNomor Hadis 469
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي قَتَادَةُ عَنْ أَبِي حَسَّانَ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَرَبَتْ الشَّمْسُ
Ali Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Mereka telah menyibukkan kami dari shalat Wushtha (Ashar) hingga terbenam matahari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sebutan shalat Wustha dalam berbagai riwayat keseharian Nabi mengacu kuat pada rutinitas ibadah shalat Ashar.
- Urusan yang menyita pikiran hingga membahayakan keselamatan nyawa dapat menyebabkan terlewatnya sebuah jadwal shalat wajib.
- Umat Islam diajarkan untuk sebisa mungkin tidak menjadikan kesibukan harian biasa sebagai alasan menggugurkan kewajiban shalat tepat waktu.
